Uchymutz

Just another WordPress.com site

Karena jilbab lebih dari sekedar penutup kepala Mei 1, 2010

Filed under: Zonamuslim — uchymutz @ 11:54 am

foto

Seruak rasa sedih hadir di hati. Melihat seorang teman lama yang dulu ketika masih dalam kebersamaan begitu anggun dengan jilbab lebarnya dan gamis. Bukan yang pertama kalinya, karena sebelumnya dalam kesempatan yang berbeda, dua orang teman lamapun menyuguhkan hal yang sama di pandang mata, rok yang mengidentikkan dia adalah sorang “akhwat” telah berganti menjadi celana ketat yang sering diidentikkan dengan penampilan modis.

Sebuah diskusi kecil dengan seorang sahabat dekat membicarakan fonemena ini baru saja dilakukan. Begitu mengejutkan mendengar pengalamannya, tentang seorang temannya yang dengan mudah melepas jilbabnya demi mengejar kesenangan pribadi yang semu. Identitas kemuslimahan yang seharusnya bukan sekedar menjadi kebanggaan pada ad-dien ini, bisa dengan mudah lumat dimakan waktu dan keadaan.

Mari kita berbicara tentang kemuslimahan ini!

Allah Swt, Illah semesta alam yang Mahabijak telah memberikan aturan sedemikian rupa tentang bagaimana seorang wanita Islam memerankan tak hanya kewanitaannya, tapi juga status kemuslimahannya dalam kehidupan. Ada ketaatan-ketaatan yang seharusnya dijalani semata bukan karena mengikuti arus lingkungan yang membentuk pribadinya menjadi wanita taat, tapi ruh ketaatan yang pada hakikatnya harus mengerti mengapa dan untuk apa kita melakukannya begitu. Sadar saja tidak cukup tanpa diiringi kepahaman, pun sebaliknya kefahaman juga butuh kesadaran dalam muara keikhlasan melakukan atau meninggalkan ketetapan aturan.

Di zaman yang dengan begitu mudah informasi dan pengetahuan apapun diakses, tentunya kita semua telah mengetahuinya bagaimana Islam mengatur cara seorang muslimah berpakaian. Batasan-batasan syar’i pakaian seperti apa yang dimaksud pakaian takwa pun telah “disepakati” bersama. Tidak tipis dan transparan dalam artian tanpa dobelan ketika memakai, tidak membentuk lekuk tubuh dalam konteks pakaian
sempit/mempet dan tetap fungsi utamanya adalah sebagai pakaian takwa, bukan hiasan tubuh hingga atas nama hiasan itu seseorang menjadi begitu antusias update mode pakaian. Dan masih ada beberapa persyaratan lagi.

Syarat, menjadi tolak ukur benar tentang ketepatan syar’i tidaknya seorang muslimah mengenakan pakaian. Sehingga dalam hal ini, memenuhi semua syarat menjadi suatu kemutlakan. Pun tak perlu berdebat tentang muslimah yang pakainnya syar’i tapi hatinya masih kotor, sehingga argumen pembenaran ini muncul; “yang penting jilbabi dulu hatinya.” Karena jelas ketetapan perintah itu, bahwa semua bagian fisik wajib ditutupi kecuali muka dan telapak tangan. Ini perintah yang sangat jelas, tentang bagaimana seorang muslimah memperlakukan fisiknya. Sementara hati adalah konteks lain yang tentunya juga harus diperhatikan.

Namun, masalah baru pun menemukan ruangnya untuk hadir, ketika menutup aurat bagi seorang muslimah hanya difahami sebatas perintah yang harus ditaati. Ketika hanya sebatas mampu menjawab tanya “mengapa harus menutup aurat?” dengan jawaban “karena sudah selayaknya seorang wanita Islam melakukannya begitu, dalilnya jelas dan menjadi kewajiban yang kalau dilanggar berarti dosa”.

Mari kita telisik lebih dalam.

Tidak ada yang salah dengan alasan memenuhi kewajiban menutup aurat bagi seorang muslimah, karena memang demikian adanya. Namun, ketika itu hanya difahami sebagai sebuah kewajiban tanpa adanya upaya mengkaji dan mengetahui lebih dalam mengapa Allah SWT yang Maha Penyayang menginginkannya begitu, secara tidak disadari, barangkali seorang muslimah hanya menghargai jilbab sekedar penutup kepala. Padahal, ada nilai lain mampu menjadi karekter kuat alasan jilbab menjadi sesuatu yang patut di pertahankan sesuai syari’at. Sehingga diujungnya, sebuah kesimpulan hadir dari kepahaman dan kesadaran diri, bahwa menjadi muslimah adalah anugerah yang tak hanya harus disyukur tapi juga dijaga oleh diri sendiri.

Jilbab, bukan hanya sekedar penutup kepala. Tapi adalah kehormatan dan harga diri muslimah. Ya, kehormatan dan harga diri, yang dalam hubungan sosial menjadi hal yang sensitif . Sehingga jika demikian seorang muslimah memberi nilai dan arti pada jilbabnya, maka tak ada lagi “tawar menawar” syarat menutup aurat dengan berderet alasan logis namun dangkal dan menjerumuskan.

Bukankah Allah swt telah begitu luar biasa memberikan penjagaan terhadap muslimah agar tidak mudah diganggu dengan perintah diwajibkannya menutup aurat? Dan sungguh, betapa Allah Swt Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

“Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al-Ahzab 33; 59)

diambil dari era muslim.com

 

Tuhan itu maha adil……….. Mei 1, 2010

Filed under: Renunganku — uchymutz @ 9:11 am

Begitulah kehidupan……

kita tidak pernah berhak bertanya atas keputusan Tuhan. kita mengenal kehidupan demokratis, kebebasan memilih, kebebasan kenginan. diajarkan langsung oleh-Nya ,melalui Al-Quran. tapi ironisnya, justru tidak ada kata demokratis, tidak ada kesempatan memilih dengan takdir milik-Nya. kita tidak berhak protes. Tidak sama sekali………..

Setiap kali kita protes, maka seseorang akan mengingatkan bahwa Tuhan maha adil….yaaaa Tuhan maha adil, karena kita terlalu bebal maka kitalah yang tidak tahu dimana letak keadilan-Nya. tidak tahu apa maksudnya. kalau kita tidak  pernah mengerti itu jelas karena kita terlalu bodoh, bukan berarti Tuhan tidak adil. ingat TUHAN SELALU BENAR…..

Terkadang kita ingin marah, berteriak, memaki tuhan tapi yakinlah semua itu PERCUMA……..

Tidak ada ijin demonstrasi untuk Tuhan, tidak ada pengadilan banding, tidak ada petisi, Abolisi,Grasi dan sebagainya. Keputusan Tuhan tidak bisa diganggu gugat ! 100% pasti adil ! 100% pasti baik bagi kita….

Meskipun kita sungguh tidak tahu dimana letak keadilan-Nya. tapi kita tahu satu hal Engkau Sungguh Bermurah hati. Engkau sungguh maha pemurah atas seluruh hidup dan kehidupan.

 

3 Hari bersama PUSTEKKOM April 30, 2010

Filed under: education — uchymutz @ 7:39 am

dari tanggal 29 mei sampai pada tanggal 1 april 2010, di UHAMKA sedang dilaksanakan pelatihan ICT yang diperuntukkan bagi dosen dan Mahasiswa. pelatihan ICT merupakan pelatihan tentang teknologi yang diperuntukkan dalam proses belajar mengajar. melalui pelatihan ICT ini, mahasiswa yangmana merupakan calon guru memiliki pengetahuan lebih tentang cara mengajar siswa yang lebih menarik dan attractive.

selanjutnya kita bisa saling share….

 

Hello world! April 30, 2010

Filed under: Uncategorized — uchymutz @ 4:50 am

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

 

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.